Manajemen Mutu Pendidikan

Manajemen Mutu Pendidikan

Rasionalisasi

Maju atau tidaknya suatu bangsa diukur dari seberapa maju pendidikan yang telah dicapai. Konteks ini sama halnya dengan sebuah mesin pendidikan yang digelar disekolah, dan apakah sekolah telah atau sudah melakukan pencerahan terhadap anak anak didik atau kah tidak.Yang jelas selama ini atau sepanjang sejarah pendidikan yang dilakukan belum banyak ada kemajuan luar biasa yang didapat dan disumbangkan kepada kepada negeri ini. Oleh sebab itulah merupakan suatu hal wajar pendidikan yang telah dilakukan selama ini belum mampu menjaditulang punggung bagi perubahan pemikiran anak anak didik. Adakah yang tidak tepat dalam persoalan tersebut ? Jawabannya pasti berujung pada ketidak seriusan proses pembelajaran yang digelar didalam kelas, proses belajar yang masih berpusat pada guru, ketidak mampuan tenaga pedidik melaksanakan pengelolaan kelas, ditambah lagi pemerintah masih setengah hati dalam merumuskan gagasan besar kurikulum dengan paradigma mencerahkan peserta didik. Seolah pendidik bersama pihak sekolah hanya mengerjakan tugas pendidikan sebagai kegiatan formalitas semata. Upaya untuk mengerjakan tugas pendidikan sebagai alat mencerdaskan kehidupan bangsa masih sebatas retorika.Lebih ironis lagi, kegiatan pembelajaran dalam kelas kurang mengenal kebebasan dan kurang komunikatif. Pendidikan yang digelar didalam kelas kebanyakan masih monoton layaknya terkesan sebagai latihan militer.Semua dipandang serius dan menegangkan, membosankan dan membawa anak didik pada proses pembelajaran yang tidak menyenang kan. Kesemua itu kalau kita cari benang merahnya, bahwa konteks pembelajaran yang kaku tersebut lahir karena konsep dan praktik kurikulum yang belum berbasis pada kebutuhan bangsa. Pendekatan pembelajaran yang mampu menghargai anak anak didik sebagai manusia otonom agar mereka dimanusiakan belum terlaksana sepenuhnya. Pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada kebutuhan anak anak didik belum mampu dijalankan

Pembangunan Pendidikan

Dalamkegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan dapat berlangsung dengan lancar, kodusif, interkatif, dan lain sebagainya apabila dilandasi oleh dasar kurikulum yang baik dan benar. Jadi intinya baik buruknya hasil pendidikan berada pada kurikulum, apakah mampu membangun kesadaran kritis terhadap peserta didik atau kah tidak.

Adanya peserta didik yang memiliki pandangan luar biasa dan berfikir kedepan disebabkan oleh kurikulum yang dapat membuka mindset peserta didikyang progresif. Banyaknya psesrta didik yang belum dapat berfikir kritis dan tidak begitu memahami realitas sosial disebabkan oleh kurikulum yang menggiring kepada peserta didik pada proses pembelajaran tekstual, bukan pada pendidikan / pembelajaran kontekstual. Rancangan dan pembuatan kurukulum hanya menjadi proyek tahunan atau periode tertentu yang kemudian akan habis masa berlakunya ketika kepemimpinannya juga berakhir. Kondisi demikian sangat mengesankan bahwa kurikulum lebih diarahkan pada kepentingan pragmatis golongan tertentu,sedangkan kepentingan bersama yang mencakup nasib anak bangsa dan masa depan pendidikan diabaikan begitu saja. Hal tersebut terbukti bahwa kurikulum dinegara ini dimulai tahun 1968 kemudian 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, hal tersebut menjadi bukti politik bahwa kurikulum tidak pernah lepas dari cengkeraman kepentingan politik. Prof. Dr. Nasution. MA mengatakan bahwa kurikulum dianggap bermakna bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupan sehari hari, misalnya membicarakan masalah nyata seperti soal kesehatan, kecelakaan lalu lintas dan sebagainya. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, fisika, kimia, matematika, geografi, sejarah dsbnya. Bahkan, yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya disiplin ilmu, melainkan, prosesnya. Peserta didik harus diajarkan berfikir kritis, menemukan, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Oleh karena karenanya, ketika hal hal demikian mampu diperhatikan dengan baik maka hasil pendidikan pun diyakini akan berhasil. Dengan demikian dasar pemikiran dalam rangka menyusun suatu kurikulum perlu dipertimbangkan tentang :

Pertama kurikulum dirancang yang sedimikian rapi, akurat dan dapat melahirkan hubungan yang erat antara mata pelajaran satu dengan lainnya.

Kedua kurikulum harus bersifat fleksibel dan kontekstual dengan kepentingan pendidikan.

Ketiga Kurikulum hendaknya disusun bersama para guru dan sejumlah elemen lain yang menggunakan kepentingan bersama demi tujuan pendidikan ditingkat daerah dan tetap berdasrkan kepada tujuan pendidikan nasional.

Keempat Kurikulum hendaknya mencakup segala pengalaman anak dibawah pimpinan sekolah. Jadi kurikulum tidak hanya memuat mata pelajaran yang di berikan didalam kelas, namun juga meliputi segala kegiatan yang mengandung unsur kegiatan pendidikan, seperti pramuka, teater, segala jenis rekreasi,olah raga dll.

Kelima kurikulum hendaknya berpusat pada persoalan persoalan sosial dan pribadi yang mempunyai makna untuk anak dalam kehidupan sehari hari, membantu anak supaya mampu berhadapan dengan situasi situasi dalam hidupnya agar berfikir dewasa dan matang.

Keenam Kurikulumharus disusun dan dilaksanakan sebagai sarana mencapai cita cita nasional yang berlandaskan pada filsafat negara. Jadi sekolah mempunyai tanggung jawab dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang bersatu dan menempatkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.

Ketujuh Kurikulum diusahakan dapat memberikan pengalaman yang luas dan bermakna kepada peserta didik dan tidak hanya bersifat tekstual.

Kedelapan Kurikulum diupayakan pengaturannya yang akomodatif sehingga peserta didik dapat mempelajari teknik belajar, cara kerja yang efektif, dan memecahkan masalah.

Kesembilan Perumusan kurikulum dupayakan memberikan kepada peserta didik untuk memberikan kesempatan mengembangkan minat dan bakatnya masing m,asing.

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Karena kurikulum merupakan ruh nya pendidikan dalam rangka mengopti malkan potensi peserta didik dalam segala aspek keampuannya maka muatannya paling tidak harus dapat diaktualisasikan secara konkret dan praktis. Sehingga pengembangan kurikulum dapat membuka suatu kesempatan kesempatan baru bagi proses pendidikan yang lebih baik dan dinamis. Jadi pengembangan kurikulum tidak lah semata berdasrkan kebutuhan realitas yang dpat ditangkap melalui panca indera, namun juga hati,pikiran dan insting masa depan.Oemar Hamalik, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pengembangan kurikulum, harus berpedoman pada :

1. Berorientasi pada tujuan, pengembangan kurikulum didasarkan pada tujuan pendidkan nasional.

2. Relevan, pengembangan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan siswa sehingga pendidikan dapat menyentuh realitas.

3. Efisien dan Efektif, pengembangan kurikulum harus mempertimbang kan aspek efisiensi dana, waktu, tenaga, dan sumber sumber yang tersedia sehingga dapat membuahkan hasil yang memuaskan

4. Fleksibelitas, pengembangan kurikulum harus terkait dengan kebutuhan dalam suatu wilayah tertentu.misalnya peserta didik yang berada pada alam kelautan maka kurikulum yang dikembangkan harus memuat pendidikan yang bernuansa pembudidayaan kelautan, dst nya

5. Kontinuitas, Kurikulum dibangun secara berkesinambungan tanpa kepentingan kepentingan tertentu oleh pihak tertentu.

6. Keseimbangan, memperhatikan antara mata ajar dan aspek perilaku yang ingin dikembangkan sehingga dapat memberikan sumbangsih yang besar bagi perkembangan pribadi peserta didik.

7. Terpadu, pelaksanaannya harus dirancang dan dilaksanakan secara terpadu mulai dari aspek mata ajarnya, perilakunya, serta melibatkan semua pihak.

8. Mutu, agar kurikulum memiliki bobot yang baik maka kualitas pendidik,kegiatan belajar mengajar ( metode mengajar, media pembelajaran ) dan beberapa aspek penting lainnya yang dapat menun jang peningkatan dan perbaikan pendidikan.

( sumber dianaranya Panduan menciptakan mutu pendidikan berbasis kurikulum yang progresif Dan inspiratif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: